Review buku “Bank kaum miskin” (oleh : Dra.Hj.Suharti)

February 18, 2008 at 11:09 am Leave a comment

Diterbitkan oleh MARJIN KIRI
Buku ini menceritakan tentang Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh yang juga seorang Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Chittagong, Bangladesh. Bank ini didirikan bagi kaum papa yang tidak memiliki akses ke lembaga-lembaga keuangan di Negara Bangladesh. Keberhasilan Muhammad Yunus lewat Grameen Bank dalam membantu kaum miskin keluar dari lingkaran kemiskinan mengantarkannya menjadi peraih Nobel Perdamaian tahun 2006, mengalahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Komite Nobel berpandangan bahwa memberantas kemiskinan adalah langkah dasar pencegahan konflik.

Bangladesh adalah salah satu Negara termiskin didunia dengan 80 persen penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan. Selain itu, bencana alam yang sering melanda Negara tersebut turut mermperparah keadaan. Sebagian masyarakat yang tergolong sangat miskin hanya mampu mengemis dari pintu ke pintu untuk meneruskan kehidupannya. Ditambah lagi kenyataan bahwa sebagai Negara yang baru merdeka, Bangladesh belum memiliki fondasi perekonomian yang kuat.

Semasa mengajar, Muhamad Yunus merasakan bahwa teori Ekonomi yang ia ajarkan kepada mahasiswanya tidak berarti apa-apa. Teori-teori Ekonomi sama sekali tidak menyentuh kaum miskin. Para teoritisi Ekonomi yang brilian merasa bahwa pembahasan-pembahasan tentang kemiskinan dan busung lapar hanya membuang waktu saja. Mereka yakin kemiskinan dapat otomatis teratasi ketika kemakmuran umum meningkat. Ia bahkan merasa Universitas semakin menjauhkan mahasiswa dari realita kemiskinan. Akhirnya Ia memutuskan untuk belajar dari orang miskin langsung di sebuah desa dekat kampusnya.

Pada tahun 1976 Ia mengunjungi rumah paling miskin di Desa Jobra untuk meninjau keadaan kaum miskin di desa itu. Dari sanalah Ia menyimpulkan bahwa kemiskinan terjadi bukan karena mereka tidak mempunyai ketrampilan, malas, ataupun bodoh. Tetaapi hal itu terjadi karena mereka tidak memiliki kesempatan yang sama seperti orang-orang mampu. Mereka miskin karena lembaga-lembaga financial yang ada tidak membantu mereka memperluas basis ekonominya. Lembaga-lembaga itu tidak melayani kebutuhan kredit untuk kaum miskin. Karena itu, akhirnya pasar kredit diambil alih oleh Rentenir local yang menerapkan bunga selangit.

Setelah kunjungan itu, ia mulai berfikir metode apa yang cocok untuk menyelamatkan mereka dari kemiskinan itu. Langkah awal yang ia lakukan adalah memberikan pinjaman uang dari kantongnya sendiri kepada masyarakat miskin di pedesaan, yang selama ini tidak bisa mengembangkan usahanya karena tidak bisa mendapatkan akses pinjaman uang dari bank. Mereka dapat membayar pijaman kapanpun mereka telah memliki cukup uang dan tidak perlu membayar bunga.

Dalam perjalannya, Yunus menemukan bahwa tingkat pembayaran pinjaman oleh kaum miskin ternyata lebih baik dibanding peminjaman dengan asset. Bahkan lebih dari 98 % pinjaman dilunasi. Kaum miskin tahu bahwa pinjaman merupakan satu-satunya peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan.

Program kredit itupun akhirnya mulai berkembang. Akhir tahun 1976, Yunus menyempurnakan lembaga kreditnya menjadi sebuah bank formal bernama Grameen Bank, dalam bahasa Bengali artinya Bank Desa. Lewat Grameen Bank ini ia memberikan kredit ringan kepada orang miskin, termasuk pengemis, tanpa jaminan sama sekali. ini lalu mengantarkannya pada sebuah perdebatan tentang jaminan dengan seorang manajer bank. Manajer itu berpendapat bahwa mustahil pinjaman diberikan kepada kaum miskin yang bahkan tidak memiliki harta untuk dijadikan jaminan. Karenanya mereka tidak mendapat hak kredit dari bank. Namun, Muhammad Yunus berkeyakinan bahwa kaum miskin sangat memiliki alasan untuk membayar kembali, yakni untuk mendapatkan pinjaman lagi dan memastikan diri mereka dapat menjalani hidup esok harinya.

Anggota Grameen Bank adalah para ibu-ibu dan wanita janda yang dtinggalkan suaminya akibat himpitan ekonomi. Pilihan wanita untuk menjadi anggota Grameen Bank didasarkan pada pemikiran bahwa tanggung jawab wanita terhadap keluarga lebih besar dan wanita cenderung mengutamakan membelanjakan uangnya hanya untuk kepentingan keluarga. Kalau ada pendapatan tambahan untuk keluarga maka kehidupan rumah tangga akan menjadi prioritas utama. Laki-laki memiliki prioritas yang sangat berbeda. lebih cenderung menghabiskan sebagian pendapatan mereka untuk kenikmatan pribadi. Ditemukan pula bahwa perempuan memiliki risiko kredit yang lebih baik dari pada laki-laki dan lebih bertanggungjawab dan konsisten dalam mengelola sumber dana yang kecil. Namun alasan utama mengapa memilih perempuan sebagai anggota yang diprioritaskan adalah karena Grameen Bank memgamggap bahwa perempuan adalah merupakan kaum yang paling terpinggirkan diantara yang paling miskin di Bangladesh. Meningkatkan kesejahreraan kaum perempuan, menurut Yunus berarti menyelamatkan generasi.

Grameen Bank menganggap semua peminjamnya bisa dipercaya. Diantara Kreditur dan debitur tidak dikenal instrumen hukum. Hubungan yang terjadi didasarkan atas saling percaya. Bukan di atas kertas perjanjian. Keberhasilan maupun kegagalan Grameen Bank bergantung pada kekuatan hubungan antar pribadi.

Dalam pelaksanaannya, Grameen Bank memiliki sistem yang dinamakan grup solidaritas. Terdiri dari kelompok kecil dengan jumlah lima orang yang bersama-sama mengajukan pinjaman Anggota kelompok dipilih oleh kelompoknya sendiri, dengan ketentuan harus berada dalam satu desa dan bukan saudara.. Di dalamnya terdapat ketua yang bertindak sebagai penanggung jawab dan pemegang dana dari Grameen Bank sebelum dibagikan kepada anggotanya. Dua di antara mereka yang termiskin mendapat pinjaman pertama.. Setelah 10 minggu, 2 orang pertama tersebut mendapatkan kredit dan cicilannya lancar. maka 2 orang berikutnya akan mendapatkan kredit. Ketentuan ini menyebabkan semua anggota kelompok mengawasi dan bertanggung jawab atas penggunaan kredit. Setelah 10 minggu kemudian, jika pengembaliannya lancar, satu orang terakhir, yaitu ketua kelompok baru mendapatkan pinjaman kredit. berikutnya setiap 8 kelompok digabungkan dalam satu senter (pusat pertemuan), yang setiapminggu berkumpul untuk mencicil kredit dan membahas berbagai masalah dalam berusaha. Kelompok bertanggungjawab atas kelangsungan usaha dan cicilan anggota.

Jika pembayaran kredit berjalan lancar sampai dengan selesai. maka plafon kredit akan dinaikan sebesar plafon pokok ditambah dengan jumlah simpanan dan cicilan saham (bertambah 10 s/d .30 %). Semakin lancar pengembaliannya maka,akan semakin besar jumlah simpanan anggota dan semakin besar pula plafon kredit yang disediakan.

Dsimi, Grameen Bank berperan dalam penyediaan sarana produksi dan pengolahan melalui lembaga leasing. Sedangkan dalam masalah pemasaran, Gramen Bank, di samping memberikan keleluasaan bagi anggota untuk membayar cicilan pada waktu harga produknya rendah juga menyediakan informasi harga dan pasar.

Hubungan bank dengan calon anggotanya dimulai dengan penyuluhan,yang dilanjutkan dengan pendidikan(termasuk mengajari membaca dan menulis), pengenalan usalia, dan pelatihan. Tetapi, sebagian besar nasabah sudah memiliki keterampilan disuatu bidang usaha, seperti kerajinan rumah tangga, pertanian, peternakan dan perdagangan. Anggota yang mempunyai keahlian ini akan mengajari keahliannya kepada anggota yang lain dalam satu kelompok atau mengajari kelompok lainnya. Setelah itu baru dilakukan penandatanganan Keputusan Enambelas.

KEPUTUSAN ENAMBELAS

1. Kami akan mematuhi dan mengembangkan 4 prinsiop Grameen Bank : disiplin, kebersamaan, keberanian, dan kerja keras di semua bidamg kehidupan kami.
2. Kami akan mengupayakan kesejahteraan bagi keluarga
3. Kami tidak akan tinggal di rumah yang bobrok. Kami akan memperbaiki rumah-rumah kami dan bekerja untuk mengupayakan pembangunan rumah baru begitu ada kesempatan.
4. kami akan menanam syor mayur sepanjang tahun, kami akan banyak makan sayur dan menjual sisanya.
5. selama musim tanam, kami akan menanam benih sebanyak mungkin.
6. kami haruss berencana untuk menjaga agar keluarga kami teteap kecil. Kami akan menekan pengeluaran. Kami akan menjaga kesehatan.
7. kami kakan mendidik anak-anak kami. dan memastikan bahwa kami mampu membiayai pendidikan mereka.
8. Kami akan selalu menjaga kebersihan anak-anak dan lingkungan kami.
9. kam akan menbangun dan menggunakan kakus.
10. kami akan minum air dari sumur pompa. Jika tidak tersedia, kami akan merebus air atau menggunakan tawas untuk memurnikannya.
11. kami tidak akan menerima mahar saat mengawinkan anak-anak lelaki kami; kami juga tidak akan memberi mahar saat mengawinkan anak-anak gadis kami. Kami akan menjaga agar sentra terbebas dari kutukan mahar. Kami tidak akan mengawinkan anak usia dini.
12. kami tidak akan berbuaut tidak adil dan kami akan menantang setiap orang yang mencoba melakukannya.
13. kam akan berupaya memperbesar investasi kolektif untuk meningkatkan pendapatan.
14. kami akan selalu siap membantu satu sama lain. Jika ada yang sedang kesulitan, kami semua akan membantunya.
15. jika mengetahui ada pelaggaran disiplin di sebuah sentra, kami akan pergi kesana dan membantu memulihkan kedisiplinan.
16. kami akan mengenalkan olahraga diseluruh sentra. Kami bersama-sama akan turut serta dalam seluruh kegiatan sosial.

Secara unum, Grameen Bank menyalurkan tiga jenis kredit : kredit mata pencaharian, kredit perumahan dan kredit pendidikan tinggi anak-anak keluarga Grameen. Grameen yakin bahwa pendidikan merupakan salah satu usaha untuk keluar dari kemiskinan. Pelajar yang bisa mencapai pendidikan tinggi diberikan pinjaman untuk SPP, biaya hidup dan biaya-biaya lainnya. Inilah cara Grameen berinvestasi demi masa depan anggota-anggotanya.

Tujuh prinsip Grameen Bank yang perlu diperhatikan adalah :

1. Grameen Bank adalah milik anggotanya (92 % saham milik anggota);
2. Grameen Bank hanya akan memberikan pinjaman kepada orang yang paling miskin dari masyarakat miskin atau yang tidak memiliki harta untuk dijadikan agunan (termasuk para pengemis
)3. Sasaran Grameen Bank terutama adalah perempuan.
4. Pinjaman ini diberikan tanpa jaminan/agunan
5. Para peminjam sendiri dan bukan Grameen Bank yang menentukan jenis kegiatan usahanya yang akan dibiayai dengan pinjaman dari GB.
6. Grameen Bank membantu informasi dan sarana agar peminjam berhasil.
7. Para peminjam membayar tingkat bunga sesuai keperluan untuk menjaga agar Grameen Bank tetap mandiri(tidak tergantung hibah atau donasi)

Profesor Yunus juga telah menetapkan lima tolok ukur keberhasilan usaha Grameen Bank, yang sekaligus juga mengukur keberhasilan suatu cabang Grameen Bank yaitu :

(a) Kemampuan mengangkat semua anggotanya keluar dari kemiskinan dalam suatu priode tertentu. Untuk keberhasilan ini Grameen Bank akan memberikan bintang berwarna merah bagi cabang yang berhasil mengangkat 100 % anggotanya keluar dari kemiskinan;
(b) Kalau suatu cabang mampu mengembalikan seluruh pinjaman anggotanya dalam suatu priode akan diberikan bintang berwarna hijau;
(c) Kalausuatu cabang memperoleh keuntunganatau sisa biaya operasional, maka akan mendapatkan bintang berwarna biru;
(d) Bintang berwarna coklat akan diberikan kepada suatu cabang yang semua anak-anak dari anggotanya berhasil menyelesaikan sekolah, minimal ditingkat sekolah dasar dan;
(e) Bintang berwarna ungu akan diberikan kepada suatu cabang yang berhasil mengumpulkan simpanan lebih besar dari pinjaman

Tahun 2001 sistem perkreditan Grameen Bank disempurnakan, yaitu pola GrameenBank II atau Pola GGS (Grameen Global System). Pola GGS dibuat lebih fleksibel, jika peminjam karena alasan tertentu tidak mampu mengembalikan injamanan, ia dapat mengatur ulang pinjamannya. Konsep ini dikenal dengan istilah pinjaman dasar. Pinjaman dasar memliki alternatif untuk keluar. Yunus menggambarkan pinjaman dasar sebagai “jalan tol kredit mikro Grameen”. Apabila seorang peminjam mampu membayar sesuai dengan jadwal, maka dia bergerak maju denagn mudah. Jika dia dapat mengelola dengan baik pinjamannya, maka ia diperbolehkan berpindah gigi semakin tinggi. Namun jika ia tidak dapat mengimbangi kecepatan jalan tol maka ia harus keluar dari jalan tol dan dialihkan ke “Pinjaman fleksi” dengan kecepatan yang lebih rendah. Apabila ia sudah bisa mengatasi masalahnya, maka ia dapat kembali melaju di jalan tol kredit mkro Grameen. Untuk perpindahan jalur ini anggota dan kelompokny adapat merundingkan dengan manajer lapangan.

GGS juga menciptakan paket kredit khusus sesuai kebutuhan peminjam. Kredit ini berduras 3,6 atau sembarang jumlah bulan dan tahun. Disini anggota staff belkajar untuk menjadi kreatif. Ia yang akan merancang paket mana yang cocok untuk para peminjamnya. Transaksi dibuat sesederhana mungkin Sehingga pimja,man itu tidak sampai membebani kaum miskin.

Bagi peminjam yang memiliki pinjaman lebih dari 8.000 taka (mata uang Bangladesh yang setara dengan 0.31 US $) dikenakan dana pensiun, yang besarnya 50 taka(0,625 %) setiap bulannya. Setelah sepuluh atahun, peminjam akan menerima dana pensiun melipat dua dari jumlah tabungannya. Para peminjam sangat antusias dengan fitur ini, banyak diantara merekan yang menabung hingga 500 taka perbulan. Tabungan ini tentu saja mengalirkan dana segar yang sangat besar untuk bank.

Untuk pemupukan modal dalam pola GCS diberlakukan ketentuan simpanan vvajib kelompok sebesar 5 %dari pinjaman anggota yang dipotong dimuka. Di samping simpanan kelompok.rameen Bank juga menambahkan 1 Taka pada setiap kali pembayaran cicilan sebagai cicilan pembelian yang bernilai 100 taka per saham.Di samping simpanan untuk pembelian saham.

Grameen Bank juga mewajibkan anggota membayar simpanan sebesar 1% dari pinjaman yang diterima. Dengan adanya simpanan ini, anggota yang mengalami musibah atau meninggal dunia tidak perlu melunasi hutangnya lagi. GGS simpanan kelompok di ubah menjadi simpanan pribadi, yang besarnya tetap 5 % dari pinjaman. Menariknya, dengan usaha tersebut, 94 persen saham Grameen Bank dimiliki oleh peminjam sendiri.

Hingga buku ini terbit pertama kali di Perancis, Grameen Bank telah mengucurkan kredit ke85 ribu pengemis dan 5.000 di antaranya sudah tidak lagi mengemis. Juga 30 ribu beasiswa anak miskin, yang menjadikan anak anak orang miskin itu bisa keluar dari jerat kemiskinan. Banyak dari anak anak itu yang akhirnya menjadi dokter, insinyur, dosen dan profesi lain.

Dalam langkah selanjutnya, Grameen Bank melakukan percobaan dengan sebuah rencana perawatan kesehatan dengan biaya yang bahkan tidak bisa dipercayai oleh orang Banglades hsendiri, US$1,25 per keluarga pertahun dan 2 sen US tiap kunjungan ke klinik. Biaya ini akan menutupi 40% iaya perawatan kesehatan. Sisanya yang 60%.akan dicari dari pemerinlah, dan mungkin juga dari donor asing yangbersedia terlibat untuk jangka waktu yang panjang.

Grameen Bank juga menyediakan pinjaman perumahan sebesar $ 300dengan jangka waktu 10 tahun. Sebuah keluarga berhak untuk mendapat pinjaman ini apabila tanah mereka atas nama isteri. Tingkat bunga untuk pinjaman rumah adalah sebesar 8% yang disubsidi silang dengan pendapatan bunga yang diperoleh dari pinjaman modal kerja. Rumah tersebut dirancang oleh arsitek selempat memiliki bentuk yang menarik dengan harga yang rendah. Pemanfaatan bahan mentah setempat, ventilasi, penggunaan bidang yang efisien, mampu menahan tekanan angin kencang serta memiliki penampilan yang menarik. Para arsitek dan ahli ekonomi Grameen Bank sendiri nyaris tidak bisa percaya, ketika rumah mereka yang seharga $ 300 memperoleh penghargaan penting Architecture Award oleh juri Aga Khan Foundation,yang berlokasi di Swiss. Dalam dunia arsitektur yang gemerlap penghrgaan ini biasa jatuh pada desain luar biasa yang memakan biaya jutaan dolar.

Kini Grameen Bank berkembang dan sudah memasuki dunia bisnis. M. Yunus berkeinginan agar nasabahnya melek teknologi informasi. Maka didirikanlah Gramen Phone. Grameen Bank juga memberikan pinjaman untuk dipai membeli telepon genggam. Atas daya kreatifitas kaum miskin, akhirnya marak ditemukan wanita-wanita handphone yang menyediakan layanan mirip wartel di Indonesia. Langkah tu membawa dampak besar sekali di pedesaan. Para petani tidak perlu lagi jauh-jauh mencari pelanggan ke kota, mereka dapat menghubungi pelanggan melalui telepon genggam. Saat ini (waktu buku ini ditulis) Gramen Phone merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia Selatan.

Proyek ini membuktikan bahwa pemberian kredit kepada kaum papa bukanlah suatu hal yang mustahil. Kredit mikro kepada kaum miskin terbukti mampu menghapus lingkaran kemiskinan. Sistem ini sekarang telah ditiru oleh lebih darai 50 negara du dunia termasuk mMalaysia dan Amerika Serikat dan masing-masing telah menunjukkan hasilnya.

Saat ini, Grameen Bank telah memberikan kredit ke lebih dari 7 juta orang miskin di 73.000 desa Bangladesh. Secara rutin Grameen Bank membukukan laba. Dan menurut survey yang dilakukan oleh internal Grameen Bank, 58 persen pemnjam telah terangkat dari garis kemiskinan
Namun, betapapun sistem perkreditan Grameen Bank membantu mengentaskan kemiskinan, peminjam mengatakan tingkat suku bunganya yang terlalu tinggi membuat penggunaan dana tidak dapat dipakai ke perdagangan eceran di pasar rakyat. Hal ini mengharuskan mereka menciptakan usaha dengan sistem grosir. Masih banyak yang harus dilalukan untuk menciptakan dunia yang bebas kemiskinan.

Kediri : 15 Juli 2007
Dra. Hj. Suharti

Entry filed under: review. Tags: .

RPP BK / bimbingan karir (oleh: Dra.Hj.Suharti) PORTOFOLIO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


February 2008
M T W T F S S
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Flickr Photos

Two

Shopping

Devina

More Photos

%d bloggers like this: