Uji sertifikasi merupakan motivasi dalam penulisan karya ilmiah guru (oleh:Dra.Hj.Suharti)

February 18, 2008 at 9:10 am Leave a comment

MAKALAH

OLEH :
Dra.Hj.SUHARTI

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KOTA KEDIRI
2008

HALAMAN PENGESAHAN

Nama : Dra.Hj.Suharti

Judul : Uji Sertifikasi Merupakan Motivasi Dalam

Penulisan Karya Ilmiah Guru.

Telah di sahkan

Oleh
Pada tanggal

Mengetahui Mengetahui

Ketua PGRI Kediri Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kediri

K. Hadi Wibowo BA. Drs. Suyitno MPd.I
NBM.745 334

Makalah telah didokumentasikan dalam Perpustakaan Sekolah

Pustakawan

Drs.Triyono ZH

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, puja dan puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas pada pelatihan Jardiknas yang diadakan di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kota Kediri .

Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya, terutama kepada :

- Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri yang telah bekerja sama dengan pegelola program Jardiknas 2007.
– Drs. Suyitno MPd.I, selaku kepala SMK Muhammadiyah 1 Kediri yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program tersebut.
– Semua instruktur yang telah menyampaikan materi jardiknas kepada penulis, sehingga penulis bisa menyusun makalah ini dengan baik.
– Teman-teman sesama peserta pelatihan yang selalu memberikan semangat dan dukungan kepada penulis .
– Serta semua pihak yang telah mendukung, yang dalam hal ini tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.

Selanjutnya penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan dan juga masih jauh dari kesempurnaannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun , demi untuk perbaikan penulisan makalah kami di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat, terutama bagi penulis dan bagi para pembaca pada umumnya.
Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ……………………………………………………..……………. i
DAFTAR ISI .……………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakan …………………………………………………………………1
1.2. Rumusan masala………………………………………..………….. …. 2
1.3. Tujuan Penulisan .. ………………………………………………………………2
1.4. Manfaat Penulisan ……………………………………………………………….3
BAB II TELAAH PUSTAKA
2.1. Program uji sertifikat
2.1.1. Dasar hukum ……………………………………………………4
2.1.2. Persiapan guru sebagai peserta uji sertifikasi
2.1.2.1. Sosialisasi ………………………………………..4
2.1.2.2. Mengisi portofplio………………………………….6
2.1.3. Penjelasan……………….………………………..….……….. ……7
2.1.4. Tujuan uji sertifikasi ……………………………………….11
2.2. Penyebab ketidak berhasilan guru dalam uji sertifikasi…. ………..12
2.3. Urgensi motivasi…… ………………………………………………………….14
2.4. Prinsip motivasi……………………………………………………….14
BAB III. PENUP
3.1. Simpulan…………………………….……………………………………21
3.2. Solusi ………………………………………………………………….21
3.3. Saran……………………………………………………………… … 22
DAFTAR PUSTAKA …………………………… ………………………………. …… … 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Selama ini tidak banyak guru-guru yang tertarik untuk membuat karya tulis ilmiah, baik berupa artikel, makalah, ataupun penelitian. Pada umumnya penelitian dilaksanakan oleh sebagian guru saja, dalam hal ini biasanya dilaksanakan oleh guru-guru senior yang akan mengikuti program kenaikan pangkat, dari golongan ruang IV/a ke IV/b. Kebanyakan guru-guru yang tingkat kepangkatannya masih di bawahnya sebagian bersedia untuk membuat, walaupun terkadang diadakan lomba penulisan karya tulis ilmiah sekalipun.
Namun sekarang ini terlihat lain, dengan munculnya program uji sertifikasi guru, serta gagalnya sebagian peserta dalam pengisian portofolio maka termotivasilah guru-guru untuk mulai belajar membuat karya tulis ilmiah. Di sekolah-sekolah misalnya terlihat guru-guru mulai untuk saling bertukar fikiran, dalam memilih topik/tema penelitian yang akan dibuat. Bahkan sudah banyak guru-guru yang mulai mengamati tingkah laku siswa-siswinya dalam proses belajar mengajar, dengan maksud barang kali nantinya dapat dijadikan obyek penelitian mendatang.
Terlihat juga pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2008 di hotel Simpang Surabaya saat di selenggarakan pelatihan dan pendampingan penulisan karya tulis ilmiah guru se-Jawa Timur, yang dihadir 125 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, dibimbing langsung oleh para dosen dari UNESA.
Mereka rela meninggalkan keluarganya datang jauh-jauh untuk
1
mengikuti penjelasan tentang cara pembuatan karya tulis ilmiah, diantaranya adalah pembuatan artikel dan makalah. Mereka mengikuti dengan tekun, semuanya belajar untuk membuat karya tulis ilmiah yang benar yang dapat diterima oleh asesor.
Pada awalnya guru-guru diminta untuk bercerita tentang pengalamannya kepada teman terdekat, secara bergantian , peran selanjutnya adalah menjadi seorang pendengar yang baik. Setelah itu cerita tersebut ditulis sesuai dengan kemampuan yang telah dimilikinya. Redaksi kalimat disusun semenarik mungkin untuk dibaca oleh orang lain. Saya bercerita tentang uji sertifikasi yang kaitannya dengan pengisian portofolio.
Berkaitan dengan cerita saya tersebut :
Mengapa tehnik penulisan karya tulis ilmiah ini dipelajari, apa motivasinya ? Apa kaitannya dengan uji sertifikasi dan juga pengisian portofolio guru ?
Berdasarkan dengan hal diatas dalam makalah ini penulis akan mendiskripsikan “ UJI Sertifikasi merupakan motivasi dalam penulisan karya tulis ilmiah GURU ”.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan pokok-pokok
permasalahan sebagai berikut :
1. Mengapa kebanyakan guru-guru tidak tertarik untuk
menyusun karya ilmiah ?
2. Mengapa guru-guru banyak yang tidak lolos dalam mengikuti program uji sertifikasi ?
3. Dimana letak permasalahannya ?
2
4. Bagaimana solusinya ? .
1.3. TUJUAN PENULISAN :
1.3.1. Agar guru sebagai pendidik dapat dengan mahir membuat
karya tulis ilmiah.
1.3.2. Sebagai peserta uji sertifikasi diharap semua guru yang ikut
bisa berhasil dengan nilai yang memuaskan.
1.3.3 Agarguru mengerti tentang pentingnya motivasi.
1.4. MANFAAT PENULISAN :
1.4.1. Manfaat penulisan makalah ini bagi penulis :
Agar penulis dapat mengembangkan potensi dirinya ,
mengembangkan kreatifitasnya dalam menyusun
gagasan, merangkai dalam sebuah kalimat yang baik, indah dan sistematik.
Agar penulis dapat membuat sebuah karya ilmiah yang menarik, segar dan baru.
1.4.2. Manfaat bagi sekolah :
– Agar inventaris dokumen bacaan di sekolah menjadi
bertambah.
– Sebagai sumber informasi bagi guru-guru yang
belum mengikuti program uji sertifikasi.

3
BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1. PROGRAM UJI SERTIFIKASI.
Guru se Indonesia seluruhnya yang telah memenuhi syarat tertentu akan dapat mengikuti program uji sertifikasi, pengalaman kerja guru, lamanya guru mengajar, pendidikan dan pelathan yang pernah diikuti, karya yang pernah dihasilkan, baik dalam bentuk tulisan maupun media pembelajaran, serta aktifitas lain yang menunjang profesionalitas guru, semuanya itu akan menjadi penunjang atas keberhasilannya dalam mengikuti uji sertifikasi guru.
2.1.1. DASAR HUKUM
Dalam buku yang berjudul Penilaian Portopolio dalam rangka sertifikasi bagi guru dalam jabatan tahun 2007 dijelaskan dasar hukum yang digunakan adalah UU RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, UU RI no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, PP no. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, Permen Pendidikan nasional no. 16 tahun 2005 tentang standar kualfikasi dan kompetensi pendidik, Fatwa/pendapat hukum menteri hukum dan hak asasi manusia no. I.UM.01.02-253, Peraturan menteri Pendidikan nasional no. 18 tahun 2007 tentang sertifikasi bagi guru dalam jabatan. Demikianlah penjelasan yang pernah saya terima pada saat saya mengikuti Work Shop di hotel Insumo , yang diadakan oleh Radar Kediri tahun yang lalu, yang dalam hal ini disampaikan oleh DR. Yatim Rianto M.Pd sebagai nara sumbernya.
2.1.2. PERSIAPAN GURU SEBAGAI PESERTA UJI SERTIFIKASI:
4
2.1.2.1. SOSIALISASI
Sebaiknya guru mengikuti program sosialisasi sertifikasi guru yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan kabupaten / kota. Menurut keterangan yang saya dapat dari internet, syarat guru dapat mengikuti uji sertifikasi antara lain adalah:
a. Guru minimal lulusan S1 atau D-IV
b. Telah menjadi guru tetap ( minimal 2
tahun) pada suatu sekolah, yag dibuktikan
dengan SK Pengangkatan dari lembaga
yang berwenang mengangkat.
c. Guru yang terseleksi sebagai peserta
sertifikasi memperoleh nomor peserta, instrumen portofolio serta format A1 dan A2 dari dinas pendidikan kabupaten / kota.
d. Guru harus menyiapkan pas foto terbaru
berukuran 3×4 berwarna 4 lembar,dibelakang
nya ditulis nama dan nomor peserta.
e. Mengisi instrumen portofolio dan menyusun
bukti fisiknya.
f. Setelah portofolionya terisi dengan lengkap
maka kemudian menyerahkannya ke dinas
pendidikan kabupaten / kota.
g. Kemudian guru menunggu hasil penilaian
portofolo, jika lulus peserta memperoleh
5
sertifikat pendidik. Jika tidak lulus peserta
memperoleh rekomendasi dari LPTK
penyelenggara sertifkasi, untuk melakukan
berbagai kegiatan , antara lain :
– melengkapi dokumen portofolio atau mengikuti diklat profesi guru di LPTK penyelenggara tersebut. Diakhir diklat dilakukan uji kompetensi. Apa bila tidak lolos guru diberi kesempatan mengikuti uji ulang sampai 2 kali. Bila tidak lolos lagi guru diserahkan kedinas pendidikan kabupaten / kota.
2.1.2.2. MENGISI PORTOFOLIO
Sesuai PERMENDIKNAS NO. 18 TAHUN 2007 isi komponen portofolo yang harus diisi oleh peserta uji sertifikasi
adalah :
– Kwalifikasi akademik
– Pendidikan dan pelatihan
– Pengalaman mengajar
– Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
– Penilaian dari atasan dan pengawas
– Prestasi akademik
– Karya pengembangan profesi
– Keikutsertaan dalam forum ilmiah
– Pengalaman organesasi dibidang kependidikan dan sosial
– Penghargaan yang relevan dengan bdang pendidikan
2.1.3. PENJELASAN :
Kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan formal
yang telah dicapai sampai dengan guru mengikuti sertifikasi , baik pendidikan gelar ( S1,S2,atau S3 ) maupun non gelar ( D4 atau Poat Graduate Diploma ), baik didalam maupun diluar negeri. Bukti fisik yang terkait dengan komponen ini dapat berupa ijasah atau sertifikst diploma. Bukti fisik yang dkumpulkan berupa foto copy ijasah/sertifikat yang telah dilegalisasi oleh Perguruan
Tinggi yang mengeluarkan, atau oleh Ditjen Dikti untuk ijasah / sertifikat luar negeri. Dalam kasus tertentu seorang guru bertugas didaerah yang jauh ( diluar propinsi ) dari tempat asal perguruan tinggi , dapat dilegalisasi oleh kepala sekolah dan kepala dinas kabupaten / kota.
Pendidikan dan pelatihan yaitu pengalaman dalam mengikuti kegiatn pendididkan dan pelatihan dalam rangka mengembangkan dan atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik baik pada tingkat
kabupaten, kota, provinsi , nasional maupun
6
internasional. Bukti fisik komponen ini dapat berupa sertifikat, piagam, atau surat keterangan dari lembaga penyelelggara diklat. Bukti fisik yang dikumpulkasn berupa foto copy sertifikat/ piagam/ surat keterangan yang telah dleggalisasikan oleh atasan.
Pengalaman mengajar yaitu masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang ( dapat dari pemerintah , dan / atu kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan). Bukti fisik komponen ini berupa SK pengangkatan sebagai guru ( PNS/GT/GTT ), SK mengajar , dan sejenisnya. Bukti fisik yang dikumpulkan berupa foto kopy SK yang telah dilegalisasi oleh atasan.
Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka.. Perencanaan pembelajaran ini paling tidak memuat, perumusasn tujuan/kompetensi, pemilihan dan pengorganesasian materi, pemilihan sumber/media pembelajaran, skenario pembelajaran,
dan penilaian hasil belajar. Bukti fisik yang dilampirkan adalah dokumen perencanaan pembelajsaran (RP/RPP/SP) Sebanyak satuan yang berbeda yang disyahkan oleh atasan.
7
Pelaksanaan pembelajaran , bukti fisik yang dilamprkan berupa dokumen hasil penilaian oleh kepala sekolah dan/ atu pengawas tentang kinerja bapak/ ibu dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Lampirkan hasil penilian kepala sekolah dan / atau pengawas tentang kinerja plelaksanaan pembelajaran bapak / ibu sebagaimana dimaksud diatas dalam amplop tertutup. Skor pelaksanaan pembelajaran diambil dari amplop tertutup, diisi penilai.
Penilaian dari atasan dan pengawas yaitu penilaian oleh kepala sekolah terhadap kompetensi kepribadian dan sosial guru, yang meliputi aspek-assplek ketaatan menjalankan ajaran agama, tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, keteladanan , etos kerja, inovasi dan kreativitas, kemampuan menerima kritik dan saran, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Bukti fisik yang diminta adalah dokumen hasil penilaian dengan menggunakan format penilaian yang telah disediakan , dan dilampirkan dalam amplop tertutup.
Penilaian dari atasan dan pengawas , bukti fisik yang
dlampirkan berupa dokumen hasil penilaian dari atasan dan/ atau pengawas tentang kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial bapak / ibu dengan menggunakan format penilaian atasan
8
lampirkan hasil penilaian dari atasan sebagaimana dimaksud diatas dalam amplop tertutup. Skor penilaian atasan dan pengawas diambil dari amplop tertutup.
Prestasi akademik yaitu prestasi yang dicapai guru, terutama yang terkait dengan bidang keahliannya yang mendapat pengakuan dari lembaga / panitia penyelenggara, baik tingkat kecamatan, provinsi, nasional, maupun inter nasional. Komponeon ini melipluti lomba dan karya akademik.
Pembimbingan teman sejawat dan atau siswa ( istruktur, guru inti, tut;or, atau pembimbing kegiatan siswa. Bukti fisik yang diminta adalah foto copy piagam penghargaan / sertifikat, surat keterangan yang telah dilegalisasi oleh atasan.
Karya pengembangan profesi yaitu suatu karya yang menunjukkan adanya upaya dan hasil pengembangan plrofesi yang dilakukan oleh guru. .Komponen ini meliputi buku yang
dipublikasikan, artikel yang dimuat dalam media , modul/diktat , media pembelajaran, laporan penelitian tindakan kelas dan karya seni. Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat keterangan dari pejabat yang berwenang tentang hasil karya tersebut dan dilegalisasi oleh atasan.
Keikut sertaan dalam forum ilmiah yaitu partisipasi
9
dalam kegiatan ilmiah yang relevan dengan bidang
tugasnya , baik sebagai pemakalah maupun sebagai peserta. Bukti fisik komponen ini adalah makalah dan sertifikat / piagam bagi pemakalah dan sertifikat bagi peserta Bukti fisik yang dilampirkan adalah foto copy makalah, piagam /sertifikat yang telah dilegalisasikan oleh atasan.
Pengalaman organesasi dibidang kependidikan dan sosial yaitu pengalaman guru menjadi pengurus dan bukan hanya sebagai anggota disuatu organesasi kependidikan dan sosial. Pengurus organesasi kependidikan antara lain adalah pengawas, kepala sekolah, ketua jurusan, kepala lab, kepala bengkel, kepala studio, pembina kegiatan ekstra kurikuler (pramuka, drumbend, KIR , ketua asosiasasi guru bidang studi dan asosiasi profesi.
Pengurus organesasi dibidang sosial antara lain menjabat sebagai ketua RW, RT, Pengurus LMD / BPD, dan pembina keagamaan. Bukti fisik yang dilampirkan adalah foto copy surat keputusan/ surat keterangan dari pihak yang berwenang yang telah dilegalisasikan oleh atasan.
Penghargaan yasng relevan dengan bidang pendidikan yaitu penghargaan yang diperoleh karena guru menunjukkan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugas dan memenuhi kriteria kuantitatif
10
( lama waktu, hasil, lokasi geografis ), kualitatif
( komitmen, etos kerja ), dan relevansi ( dalam bidang/rumpun bidang ), baik pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun inter nasional. Bukti fisik yang dilampirkan adalah foto copy sertifikat/piagam/ surat keterangan yang telah dilegalisasikan oleh atasan.
2.1.4. PRINSIP SERTIFIKASI
Sertifikasi dilaksanakan secara obyektif, transparan, dan akuntabel.
Obyektif artinya tidak diskriminatif dan memenuhi standar nasional. Transparan artinya mengacu kepada proses sertifikasi yang memberikan peluang pada para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperolah akses informasi tentang pengelolaan pendidikan sebagai suatu sistem melipluti masukan, proses, han hasil sertifikasi.
Akuntabel merupakan proses sertifikasi yang dipertanggung jawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara administratif , finansial , dan akademik.
2.1.5. TUJUAN UJI SERTIFIKASI
Peningkatan mutu pendidikan nasional dapat melalui peningkatan mutu guru. Guru yang telah lolos uji sertifikasi akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kalli gaji pokok sebagai bentuk upaya pemerintah
11
dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Tunjangan tersebut berlaku baik bagi guru yiang berstatus PNS maupun bagi guru yasng berstatus non PNS. Peningkatan mutu dan kesejahteraan guru diharaplkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secasa
berkelanjutan. Guru hendaknya lebih kreatif dan aktif dalam semua bidang, termasuk dalam penguasaan ilmu pedagogis, guru harus pandai mengajar sekaligus guru harus juga pandai dalam mendidik murid-muridnya. Pandai bersosial, memiliki kepribadian yang matang dan harus bisa menjadi contoh.
2.2. PENYEBAB KETIDAK BERHASILAN GURU DALAM UJI SERTIFIKASI :
Banyak guru yang tidak lolos dalam uji sertfikasi tahun 2007 yang lalu, menurut sebagian asesor hal ini disebabkan karena : “guru dalam mengisi portofolionya kurang lenkap”.
Begitulah kata Dra. Hj. Koesbandiami, S.Psi,M.Pd. dalam pelatihan guru BK se Jatim di Pacet Mojokerto , selain itu beliau juga mengatakan bahwa kebanyakan guru-guru BK khususnya tidak melampirkan administrasi yang diperlukan oleh asesor, antara lain misalnya :
2.2.1. Satuan layanan BK
( lampirkan 5 jenis layanan yang berbeda dari setiap
semester yang berbeda pula ). Yang perlu dilampirkan
adalah :
12
bimbingan pribadi
bimbingan karier
bimbingan belajar
bimbingan sosial
akhlaq mulia.
Menurut penjelasan yang saya terima satuan layanan BK ini berisi tentang :
– Nama satuan / nama program
– Lingkup bidang bimbingan
– Waktu kegiatan
– Tujuan pembelajaran
– Pemilihan dan pengorganesasian materi
– Pemilihan sumber / media pembelajaran
– Skenario / strategi pembelajaran
– Rencana evaluasi / Penilaian hasil belajar
– Tindak lanjut , dan seterusnya
Administrasi pembelajaran yang dibuat oleh guru BK , harus disyahkan oleh koordinator BK dan kepala Sekolah. Sedangkan untuk guru mata pelajaran yang lainnya hanya disyahkan oleh kepala sekolah. Kebanyakan guru-guru yang membuat administrasi tersebut, tidak disyahkan lebih dahulu oleh kepala sekolah.
2.2.2. Program tahunan dan program smesteran
Baik progran tahunan maupun program smesteran harus juga disyah kan oleh kepala sekolah.
13
2.2.3. Agenda kerja
2.2.4. Daftar konseli
2.2.5. Data kebutuhan siswa
2.2.6. Data permasalahan konseli
2.2.7. Aktivitas guru BK yang memuat data tentang :
2.2.7.1. Pelayanan langsung yang meliputi :
2.2.7.1.1. Pelayanan bimbingan
– bimbingan karier
– bimbingan pribadi
– bimbingan sosial
– bimbingan belajar.
2.2.7.1.2. Pembuatan himpunan data
– Sosiometri
– anekdot,
– home visit
– wawancara
2.2.7.1.3. konsultasi bimbingan
2.2.7.1.4. Pelaporan hasil evaluasi program B
– laporan bulanan
– Laporan semesteran
– laporan tahunan .
2.2.7.2. Pelayanan tak langsung berupa :
papan bimbingan
Kotak saran
Bibliografi konseling
14
Baliho / spanduk
Audio visual / DVD
Buku saku
“Administrasi ini semua harus dilampirkan pada Portofolio masukkan pada komponen 4, data bagian B ini difoto lebih dahulu, lalu hasilnya dilampirkan, begitu caranya “ tambah beliau.
Kemudian disinggung lagi tentang penulisan karya ilmiah. yang saya dengarkan pada saat work Shop di UPN (Universitas Pembangunan Nasional). Gresik. “Banyak guru yang tidak melampirkan bukti penelitian, makalah maupun artikel. Hasil dari sebuah Penelitian harus diseminarkan dulu agar mendapatkan nilai dari asesor, penelitian yang tidak diseminarkan terpaksa tidak dinilai”, begitu kata salah seorang asesor yang bernama Dra. Antonius. demkian juga dengan makalah. Artikelpun harus dimuat disebuah media dulu, baru dapat dilampirkan pada portofolio, setelah melalui proses tersebut baru bisa mendapatkan nilai dari asesor. Ada lagi peserta yang melampirkan sertifikat bohong-bohongan, artinya peserta uji sertifikasi tersebut sebenarnya tidak mengikuti kegiatan seminar, tetapi mereka dapat sertifikatnya dan di lampirkan pada portofolio. Setelah dicek oleh asesor ternyata pada absen panitia penyelenggara tidak ada namanya. Akhirnya
digagalkan , dan dinyatakan tidak lolos. Inilah sebagian penyebab gagal nya guru-guru dalam uji sertifikasi.
2.3. urgensi MOTIVASI.
Sebagian guru selama ini tidak memilki gairah untuk menulis, waktunya habis untuk memikirkan muridnya, bagaimana muridnya
15
bisa naik kelas, bagaimana muridnya bisa lulus ujian, bagaimana muridnya bisa menjadi juara dalam olimpiade , bagaimana muridnya bisa lulus SPMB atau PMDK, bagaimana muridnya dapat segera memperoleh pekerjaan, dan lain sebagainya. Sehingga tidak terfikirkan untuk membuat karya ilmiah.
Sertifikasi guru, inilah salah satu motivasi guru untuk belajar, belajar dan belajar lagi. Guru dituntut oleh pemerintah untuk menjadi seorang guru yang provesional, motivasinya adalah kenaikan gaji 100 %. Oleh karena itulah guru-guru sekarang ini berlomba-lomba untuk membuat karya tulis ilmiah, baik berupa artikel, makalah, maupun penelitian
tindakan kelas. Motivasinya adalah lulus portofolio.
Dalam belajar menulis motivasi merupakan hal yang sangat penting dan mutlak sangat diperlukan. Disekolah misalnya sering kita jumpai siswa yang malas belajar, tidak suka masuk perpustakaan, tidak suka membaca buku, sering terlambat, suka mbolos, tidak mau mengerjakan PR dan lain sebagainya. Dia merasa tidak bersalah, tidak punya tanggung jawab pada diri sendiri, hal ini pada umumnya disebabkan karena dia tidak memiliki motivasi dalam kehidupannya. Dia ingin jadi apa juga tidak jelas, karena tidak memiliki cita-cita.
Lain halnya dengan siswa yang memiliki cita-cita, pada umumnya mereka lebih rajin belajar, suka membaca , keluar masuk perpustakaan sudah biasa untuk mencari buku-buku
16
yang menarik bagi dirinya, sehingga mereka memperoleh wawasan yang lebih luas. Mereka suka dengan tantangan, ikut olimpiade macam-macam, ikut kegiata ekstra kurikuler juga macam-macam, mereka suka dengan tugas-tugas yang dibebankannya
oleh guru, termasuk juga pekerjaan rumah. Tidak ada waktu luang untuk dirinya, waktu adalah uang, begitulah semboyan mereka pada umumnya. Pemahaman yang jelas tentang tujuan belajar akan merangsang timbulnya motivasi. Tugas-tugas yang bersumber dari diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar dari pada tugas tugas yang dipaksakan oleh guru. Agar bakat bisa berkembang lebih baik maka kalau sudah ada faktor internalnya kita tinggal menambahkan tehnik motivasi yang tepat sebagai faktor eksternalnya. Termasuk juga tehnik dan prosedur mengajar yang bermacam-macam itu efektif untuk memelihara minat siswa, karena minat khusus yang dimiliki siswa berdaya guna untuk mempelajari hal-hal lain. Motivasi yang tinggi erat hubungannya dengan kreatifitas siswa. Namun demikian motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari
pada motivasi yang dipaksakan dari luar.
Bila kita perhatikan dimasyarakat, banyak anak-anak yang ternyata memiliki bakat, namun oleh karena tidak mendapatkan motivasi yang tepat bakat tersebut menjadi terpendam. Biasanya hal ini disebabkan faktor lingkungan yang kurang mendukung, mungkin dari faktor keluarga
17
sendiri, latar pendidikan orang tuanya yang terlalu rendah, termasuk juga ekonomi keluarganyan yang pas-pasan, tetangga dan teman-temannya yang egos, guru yang kurang mendalami akan potensi siswanya , atau mungkin juga faktor kepala sekolah yang menutup mata, karena mereka yang berbakat itu berasal dari keluarga miskin .
Tehnik motivasi itu bermacam-macam, dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau internal, yang dapat secara intensif kita berikan kepada mereka, bisa juga motivasi itu datang dari luar individu, termasuk juga adanyan program uji sertifikasi ini. Bertalian dengan motivasi dalam belajar maka banyak sekali tokoh yang memberi pengertian apa itu sebenarnya motivasi.
2.4. PENGERTIAN MOTIVASI
Menurut James O. Whittaker “motivasi adalah kondisi-kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut.” 1)
Menurut Mc. Donald, “motivation is a energy chance within the person characterized by affec accousal and anticipatory goal reaction”. 2)

_______________________
1) Wasty Sumanto, Psikologi Pendidikan ( landasan kerja pemimpin pendidikan ) Rineka Cipta Jakarta 1998 hal. 205.
2) Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar ( Sinar baru algesindo, Bandung 1992 hal.. 173.
18
“Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya effek dan reaksi untuk mencapai tujuan “.3)
“Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya effek dan reaksi untuk mencapai tujuan “.
Dari beberapa pengertian motivasi diatas maka motivasi mempunyai inti pengertian yang sama yaitu melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.
Motifasi merupakan proses yang membangkitkan , mempertahankan dan mengontrol minat-minat pada seorang individu. Mitivasi juga merupakan faktor internal psikologis yang berperan dalam proses belajar setiap individu. Seseorang mau belajar atau tidak sangat tergantung pada sikap, minat dan moyivasi yang ada dalam dirinya. Untuk meningkatkan minat belajar maka motivasi adalah program penunjang atau fariasi didalam upaya untuk meningkatkan mutu.
2.3. Urgensi MOTIVASI
Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga memperoleh hasil / tujuan tertentu.
___________________

3) Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar ( Sinar baru algesindo, Bandung 1992 hal.. 173.
19
2.4. PRINSIP-PRINSIP MOTIVASI
Dalam rangka mendorong semangat berkarya ataupun belajar maka ada beberapa tehnik motivasi yang dapat dilaksanakan :
2.4.1.Dorongan
Contoh 1
Bila guru-guru bisa mengisi seluruh komponen portofolio dengan benar dan lengkap data-datanya ,sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah maka mereka
akan dinyatakan lulus dalam mengikuti program uji sertifikasi , dan akan mendapatkan sertifikat mengajar.
Contoh 2
Untuk menambah ilmu dan wawasan guru, bila guru mengikuti program pelatihan, seminar, work shop, simposium, serta mengikuti forum ilmiah yang lainnya maka guru tersebut akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk melengkapi data pada portofolio.
2.3.1. Hadiyah
Contoh :
Kalau guru-guru bisa lulus dalam mengikuti program uji sertifikasi dan telah memiliki sertifikat mengajar, maka akan mendapatkan tunjangan 1 x gaji pokok
2.3.2. Hukuman
20
Contoh :
Bila guru – guru terpaksa ada yang tidak lolos sertifikasi, tidak juga lolos dalam program pelatihan sampai dengan 2 kali ujian, maka guru tersebut akan dikembalikan ke Dinas Pendidikan masing-masing.
2.3.3. Celaan
Celaan bisa membikin hati kita menjadi kecewa, namun juga dapat meningkatkan semangat seseorang menjadi bertambah besar. Namun hal ini tergantung juga dari pada redaksi kalimat celaannya. Satu kali celaan saja bisa menimbulkan perasaan seseorang menjadi terluka, malu atau marah karena merasa tersinggung dan mungkin bisa juga cemas, oleh karena itulah motivasi yang sedemikian itu akan dapat memiliki dampak yang dahsyat sekali pada seseorang. Kecemasan akan menimbulkan kesulitan belajar, namun bisa juga membantu siswa untuk belajar lebih baik. Mungkin eseorang bisa menjadi frustasi, karena celaan, namun bisa juga membakar semangat seseorang. Oleh karena itu hati-hatilah dalam menggunakan metode ni.
2.3.4. Pujian
Pujian bisa membikin seseorang menjadi malu, dan bisa juga membikin seseorang menjadi besar kepala. Nilai positifnya ,dengan pujian seseorang akan merasa senang hatinya, sehingga fikiran menjadi tercerahkan,
20
dan semangat akan bisa terpacu. Hal ini lebih efektif dari pada hukuman, pujian yang datangnya dari luar kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya sudah ada pada diri seseorang.
Untuk meningkatkan kwalitas atau provesionalitas guru, pemerintah menggunakan metode motivasi . Hal ini terkait dengan adanya program uji sertifikasi, kemudian pengisian data portofolio yang setiap komponennya tidak boleh kosong. Guru sebisa mungkin dituntut untuk melampirkan bukti – bukti fisik yang berupa SK / Surat keterangan, sertifikat, piagam dan sebagainya. Maka hal itulah yang bisa memotivasi guru-guru untuk berusaha berbuat sesuai dengan tuntutan dari komponen Portofolio tersebut.

21
BAB III
PENUTUP
3.1. SIMPULAN
1. Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa kegagalan guru
dalam mengikuti program uji sertifikasi disebabkan karena :
i. Portofolio tidak diisi dengan lengkap
ii. Data yang dibutuhkan tidak dilampirkan
iii. Hasil penelitian dan makalah tidak diseminarkan
iv. Artikel tidak dimuat di media
v. Administrasi yang dilampirkan tidak disahkan oleh kepala sekolah.
vi. Menggunakan sertifikat orang lain .
2. Motivasi mempermudah guru dalam mengembangkan bakatnya
dalam membuat karya tulis ilmiah.
3 Pelatihan dan pendampingan penulisan karya tulis ilmiah sangat
dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan dalam
melaksanakan program uji sertifikasi guru.
3.2. SOLUSI :
1. Jangan sampai ada komponen portofolio yang kosong
2. Pengisian portofolio harus benar sesuai dengan petunjuk
3. Buat penelitian , makalah dan artikel sebanyak mungkin
4. Legalisasikan semua ijasah , sertifikat dan SK yang kita
miliki.
5.Usahakan untuk mendapatkan tanda penghargaan dan
buktikan bahwa kita adalah guru yang berprestasi.
22
3.3. SARAN
Sebagai tindak lanjut penulis menyarankan :
1. sebaiknya guru dalam mengikuti program uji sertifikasi jauh-jauh sebelumnya harus menyiapkan semua data yang diperlukan dan melegalisasikan kepada pejabat yang berwenang.
2. Sebaiknya guru selalu aktif dan kreatif untuk mengembangkan potensi dan bakatnya melalui karya-karyanya baik itu berupa artikel, makalah ataupun penelitian tindakan kelas.
3. Sebaiknya guru memiliki ijasah S1 dan akta mengajar.
4. Sebaiknya guru aktif untuk selalu mengikuti program pelatihan.
5. Sebaiknya guru mulai mengarsip surat-suat keterangan / SK setiap kali menerimanya.
6. Sebaiknya guru membuat rencana pembelajaran untuk setiap kali mengajar di depan klas.
7. Sebaiknya guru memiliki program kerja dan melengkapi administrasi mengajar yang lainnya.
8. Sebaiknya guru sering sering mengikuti forum-forum ilmiah.
9. Sebaiknya gru aktif untuk ikut terjun langsung mengikuti organesasi , baik organesasi di bidang pendidikan ataupun organesasi sosial.
10. Sebaiknya guru mengadakan pembingan pada teman sejawat.
23
11. Sebaiknya guru berusaha membimbing siswa-siswinya untuk mengikuti segala kegiatan ekstra yang ada di sekolahnya .
12. Sebaiknya guru minta kepada kepala sekolahnya untuk mendapatkan tugas tambahan.

22

Entry filed under: makalah. Tags: .

album guru RPP BK / bimbingan karir (oleh: Dra.Hj.Suharti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


February 2008
M T W T F S S
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Flickr Photos

before & after

Gentle Treasure

Shine Your Light For The World To See

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: